Mengatasi Kecanggungan Komunikasi dengan Pegawai yang Lebih Tua

Seperti halnya semua yang ada di alam semesta, segala yang tumbuh akan menua. Termasuk bisnis dan orang-orang yang berada di dalamnya. Sekarang ini perusahaan-perusahaan yang ada di dunia mulai memasuki era yang dipenuhi dengan generasi-generasi baru.

Kini generasi para pendiri yang dikenal dengan baby boomers  telah memasuki masa pensiun dan pemegang jabatan eksekutif mulai dilimpahkan pada generasi millenial yang sekarang ini berada di usia produktif.

Di antara dua generasi yang disebutkan di atas terdapat satu generasi yang dikenal dengan generation X. Adalah pegawai-pegawai yang masih bekerja di perusahaan, yang tidak memiliki kesempatan terlalu besar untuk naik jabatan dan sudah nyaman di posisinya hingga nanti mereka pensiun.

tips menghadapi rekan kerja lebih tua

Terkadang bagi para manager yang relatif masih mudah, cukup kesulitan mengatur pegawai seperti ini. Terhalang oleh rasa canggung  karena terpaut usia di mana pegawainya lebih tua dibanding atasannya. Apalagi di negara yang menganut sistem ketimuran, yang mengedepankan sopan-santun terhadap orang tua.

Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh para manager muda ini untuk lebih memudahkan tugasnya mengatur para pegawai di kantor? Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

  1. Jangan Berasumsi

Kebanyakan manager yang gagal mengatur pegawainya adalah karena mereka teralu banyak berasumsi bahwa pegawai yang lebih tua akan lebih lambat atau sulit untuk mengikuti perintah. Tua atau muda, pegawai tetaplah pegawai yang memiliki skill masing-masing untuk melakukan tugasnya di kantor. Jadi perlakukan mereka dengan adil.

  1. Pertimbangkan Cakupan Usia

Mau bagaimana pun usia akan tetap mempengaruhi kinerja. Kinerja pegawai berusia 25 tahun yang baru lulus kuliah dengan yang berusia 50 tahun yang sudah mendekati masa pensiun akan berbeda karena mereka punya target dan motivasi berbeda juga dalam bekerja. Pastikan pekerjaan yang diberikan pada pegawai sejalan dengan target dan kebutuhan masing-masing.

  1. Fokus Pada Komunikasi

Cara terbaik untuk memahami pegawai adalah dengan berkomunikasi. Meskipun kantor memiliki data lengkap mengenai identitas para pegawai, tetap tidak akan bisa memberikan informasi tentang apa yang sedang mereka pikirkan. Jadi, biasakan untuk berkomunikasi, terlebih pada mereka yang lebih tua karena terkadang orang yang lebih tua merasa canggung untuk bertanya terlebih dahulu kepada anak muda.